Tampilkan postingan dengan label Seputar Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

Bedanya OOP dengan Pemrograman terstruktur . . .

Object Oriented Programing atau yang biasa dikenal dengan OOP adalah suatu pemrograman yang mengarah pada objek. Object oriented juga disebut sebagai paradigma pemrograman.
Procedural Programming atau biasa disebut dengan pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang disusun berdasarkan urutan tertentu.
Perbedaan mendasar antara OOP dan pemrograman terstruktur adalah:
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur,  menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur
Untuk tata nama, keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri:
object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”. Begitu pula  halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur. “attribute” pada OO juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur.

Belajar pemrograman . . . Ga susah dan ga gampang :D

Tidak tahu mengapa, bahwa ilmu tentang pemrograman ini gampang-gampang susah. Gampang ketika dijelasin cara bikin program oleh sang dosen. OO…. ternyata cuman gitu aja to… Tapi kalau ada tugas atau disuruh bikin program dari suatu studi kasus tertentu, banyak yang mengeluh… wah kok sulit ya…trus ujung-ujungnya copas miliknya teman.
Memang modal dasar pemrograman hanyalah penguasaan pada logika dan algoritma. Pelajaran logika, telah kita terima di pelajaran matematika SMU. So.. saya yakin para programmer pemula pasti sudah menguasai hal ini. Nah… yang terpenting adalah algoritma.
Perlu menjadi catatan di sini adalah, algoritma bukanlah teori maupun rumus yang perlu dihapalkan. Untuk belajar algoritma, perlu banyak waktu dan latihan. Tips untuk belajar algoritma hanyalah dengan memperbanyak latihan bagaimana mencari langkah-langkah solusi secara logis. Kalau perlu buat masalah sendiri dan cari langkah solusinya. Selain itu jangan hanya puas dengan mengerjakan tugas dari dosen. Karena tugas dari dosen itu scope nya kecil… masih banyak hal lain di luar tugas dosen yang perlu dieksplorasi.
Nah… terkadang, programmer pemula kesulitan dalam mengekspresikan algoritma yang ada di benaknya ke dalam bentuk algoritma pemrograman. Misalnya “Pak… saya sebenarnya tahu cara mencari nilai n faktorial, tapi kok rasanya sulit mengekspresikan ke dalam algoritma pemrogramannya?”. Hal ini juga perlu banyak latihan dan juga dengan melihat banyak contoh-contoh algoritma yang ada. Pelajari bagaimana teknik pengekspresian algoritma.
Terkadang… untuk menentukan algoritma penyelesaian suatu kasus itu muncul karena insting sang programmer. Nah… insting ini muncul kalo penguasaan atau jam terbang sang programmer sudah banyak.